Funneling Toko Online

Saat berjualan online banyak orang yang berharap produknya bisa langsung laris terjual, padahal ada proses yang harus dilalui.

Beberapa orang yang belum mengerti temperature traffic, biasanya langsung menawarkan produknya ke orang lain, padahal kenal juga enggak, orang yang Ia tawarkan juga belum tau itu produk apa. Di tulisan sebelumnya saya sudah sudah membahas tentang temperature traffic, Anda bisa pelajari dulu materi tersebut.

Di Facebook, tidak jarang saya mendapat pesan masuk dari orang-orang yang baru saja saya konfirmasi pertemanannya.

Orang yang baru saya konfirmasi tiba-tiba langsung menawarkan produknya ke saya melalui inbox. Biasanya kalo sudah begini langsung saya report as spam. hehehehe

Dalam hati saya “Siapa eluu brooo tiba-tiba jualin gw?!

Semoga Anda ga pakai cara itu yaa, karena cara seperti itu kurang elegan. (Spammer Detected)

Seandainya Ia mengetahui Funneling, Ia pasti tidak ada akan langsung menawarkan produknya ke orang yang baru Ia kenal, apalagi jika jualannya di sosial media.

Ok, mungkin sampai disini Anda belum paham apa itu Funneling.

Sederhananya, Funneling adalah sebuah proses atau alur penjualan yang diatur oleh penjual secara sedemikian rupa untuk menghasilkan penjualan yang maksimal. Biasanya digambarkan dengan sebuah corong dari atas yang dimulai besar kemudian menjadi lebih sempit. Penyempitan proses ini terjadi karena adanya filter traffic yang masuk.

Ok balik lagi ke pengalaman saya tadi…

Jika ia ingin berjualan di sosial media seperti Facebook (personal), maka yang harus dilakukannya yaitu :

  1. Melakukan riset target market ( Siapa calon pembeli potensial produknya )
  2. Add friend orang-orang dari hasil riset target market
  3. Mengenalkan dirinya kepada orang yang baru konfirmasi pertemanan
  4. Melakukan edukasi dengan membuat update status yang berhubungan dengan produknya
  5. Memancing teman Facebook untuk join ke Group Facebook nya
  6. Memancing teman Facebook untuk join ke Group Whatsapp / Group Telegram nya
  7. Membuat penawaran tentang produknya
  8. CLOSING PRODUCT

Silahkan Anda cek, diatas adalah sebuah alur sederhana ketika berjualan online dengan traffic gratisan melalui Facebook. Tapi, tentunya disesuaikan juga dengan produk yang dijual ya. Karena beda produk, beda juga funnelingnya.

Salah satu alasan kenapa Anda harus membuaat funneling adalah supaya Anda ga kebingungan ketika mulai berjualan online. Sehingga Anda bisa mengukur calon pembeli posisinya masih dalam tahap apa, apakah cold, warm atau hot ?

 

Funneling Toko Online Sederhana

 

Gambar seperti corong diatas merupakan penjelasan sederhana dari funnel.

Prosesnya dimulai dari memperoleh perhatian ( Awareness ), dilanjutkan dengan usaha untuk menimbulkan minat ( Interest ) terhadap produk yang kita tawarkan, selanjutnya diarahkan untuk membangkitkan keinginan ( Desire ) membeli, sehingga akhirnya menggiring mereka untuk melakukan tindakan ( Action ) membeli produk yang ditawarkan.

 

Sales Funnel Toko Online

 

Gambar diatas juga sebuah proses funneling.

Tahap 1 : Fokusnya adalah mendapatkan calon pembeli.

Untuk mendapatkan traffic ( calon pembeli ) kita bisa menggunakan jenis traffic apapun, boleh gratisan ataupun berbayar. 

Tahap 2 : Mengarahkan calon pembeli ke website / landing page

Disini tujuannya supaya calon pembeli bisa melihat produk yang kita tawarkan kepada mereka.

Tahap 3 : Adanya minat untuk membeli

Setelah mereka melihat produk yang kita tawarkan dan adanya minat untuk membeli, biasanya mereka ingin bertanya lebih lanjut mengenai produk yang ingin mereka beli. Untuk toko online saran saya lebih baik mengarahkan mereka ke Whatsapp, alasannya karena tipikal orang Indonesia yang belum siap dengan sistem pembelian melalui website langsung ( add to cart ).

Jangan heran nanti kalo Anda sudah pasang iklan dengan detail produk dan harga yang sudah dijelaskan, tapi masih ada yang tanya “harganya berapa? bahannya apa? ukurannya berapa?”

Memang seperti itulah tipikal calon pembeli di Indonesia. hehehe

Tahap 4 : Menuju Closing

Di tahap ini Anda hanya perlu membuat calon pembeli yakin dengan produk Anda. Disinilah teknik closing dan teknik follow up yang akan menentukan, apakah mereka jadi membeli saat itu juga atau tidak.

===

Oiya, saya mau share bagaimana Funneling saya dalam menjual produk dengan Facebook Ads. Funneling ini saya gunakan ketika saya menjual produk dengan sistem dropship.

Ingat, saya belum menjelaskan tentang Facebook Ads. Jadi jangan beriklan sebelum Anda paham caranya. Saya hanya ingin share, supaya Anda punya gambaran seperti apa Funneling untuk toko online jika menggunakan Facebook Ads.

Saat saya mengiklankan produk melalui Facebook Ads, goal saya bukanlah untuk cepat mendapatkan transaksi tapi untuk mendapatkan leads/prospek. Saat ini saya selalu mengarahkan orang-orang yang tertarik dengan produk saya ke Whatsapp.

Terkadang saat goal saya mengumpulkan Leads, ada juga yang langsung melakukan transaksi.

Budget iklan untuk toko online ini 200.000 / hari, dengan omset rata-rata per bulan 30Jt. Kalo ditanya soal profit, pokoknya lumayan buat beli Es Teh. Hehehe

Funneling yang saya buat untuk toko online ini sebagai berikut :

 

Sales Funnel Toko Online

 

  1. Running Iklan Facebook dengan objektif PPE ( Post Per Engagement )
  2. Iklankan semua produk yang ada di Fanpage
  3. CTA ( Call To Action ) meminta mereka untuk berkomentar
  4. Setelah berkomentar mereka akan mendapatkan informasi harga melalui inbox
  5. Dari Inbox diarahkan ke Whatsapp
  6. Semua proses order melalui Whatsapp
  7. Jika terjadi closing, maka mereka menjadi customer
  8. Jika tidak order, maka saya jadikan list database untuk saya tawarkan promo/produk lain
 
Strategi diatas saya jelaskan sangat detail di kursus online saya DISINI.
 

Oke itu saja penjelasan dari saya seputar funneling. Membahas funneling memang tidak ada habis-habisnya. Semoga dengan pembahasan diatas Anda bisa mengerti bagaimana cara membuat funneling untuk toko online Anda.

Hmn, besok mau bahas materi apa yaa ???

Tunggu info besok aja deh, biar penasaran. ˆ_ˆ